



Tandatangani Komitmen Percepatan Penurunan Stunting, Bupati Yes Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Lamongan Dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya mempercepat penurunan stunting, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Tahun 2026 bersama kepala daerah se-Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (22/9) dari Ruang Command Center Pemkab Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Yes turut melakukan penandatanganan komitmen kepala daerah sebagai bentuk keseriusan dan dukungan bersama dalam memperkuat upaya pencegahan serta percepatan penurunan angka stunting di daerah. Pemerintah saat ini telah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia dengan target menurunkan prevalensi stunting hingga 14,2% pada tahun 2029. Untuk melaksanakan program tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta dengan lembaga nonpemerintah, baik dari kalangan akademia, dunia usaha, maupun organisasi masyarakat sipil. Upaya tersebut sejalan dengan capaian Kabupaten Lamongan dalam menurunkan angka stunting yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data survey E-PPGBM menunjukkan bahwa prevalensi stunting dari 6,9% di tahun 2024 menjadi 4,06% di tahun 2025, yang artinya sudah mencapai target nasional penurunan stunting di tahun 2045. Capaian tersebut tentu tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, berbagai program dilakukan untuk mendukung penurunan stunting tersebut, diantaranya melalui pendampingan kader, sekolah orang tua hebat (SOTH), gerakan 1-10-100, gerakan orang tua asuh cegah stunting, dapur sehat atasi stunting (Dashat), gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan), juga Sadel Cepak (Desa Model untuk Pencegahan Perkawinan Anak).




