



Buka Kegiatan KLHS, Bupati Yes Dorong Penataan Pantai Utara Jawa yang Terintegrasi dan Berkelanjutan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, membuka secara langsung kegiatan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pengelolaan Pantai Utara Jawa Wilayah Lamongan, Tuban, dan Gresik, yang di gelar oleh Badan Otorita Pengelolaan Pantai Utara Jawa (BOPPJ) di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan pada Selasa (22/9). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yes menegaskan bahwa KLHS menjadi instrumen penting dalam menyusun arah perencanaan dan pembangunan ke depan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat. Menurutnya, pengembangan kawasan pesisir harus dilakukan secara utuh dan komprehensif dengan tetap menjaga lingkungan, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut sejalan dengan besarnya potensi Lamongan di kawasan Pantura, baik sektor pertanian maupun perikanan. Pembangunan Giant Sea Wall yang diinisiasi oleh BOPPJ di pesisir Pantura ini tentu akan menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat dan kawasan pesisir dari berbagai risiko yang selama ini dihadapi, mulai dari penurunan permukaan tanah, ancaman banjir rob yang dapat mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat sehari-hari, hingga dampaknya terhadap keberlangsungan perekonomian masyarakat pesisir. Karena itu, Bupati Yes menyampaikan, rencana pengembangan kawasan Pantura Lamongan perlu disusun secara terintegrasi dan berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan perlindungan kawasan, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta keberlangsungan kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.




