



Seminar Parenting, Perkuat Pola Asuh Anak di Era Digital Forum PAUD Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Lamongan sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting yang dihadiri Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara di Pendopo Lokatantra, Selasa (23/9). Seminar yang menghadirkan narasumber nasional Kak Aji Syafa dari Yogyakarta ini bertujuan untuk membekali para orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital, sekaligus mensosialisasikan program Wajib Belajar 13 Tahun serta gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Bunda PAUD Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yes, menyoroti fenomena ketergantungan gawai pada anak yang kerap membuat orang tua kewalahan. Ego serta pola asuh orang tua perlu dibimbing agar tidak mudah menyerah dengan memberikan gawai secara instan kepada anak. "Tantangan saat ini sangat luar biasa. Di era digital ini kadang-kadang Bapak Ibu geleng-geleng sendiri melihat perilaku anak. Jika tidak dipegangi handphone anak-anak tidak berhenti menangis dan mayoritas orang tua memberikannya padahal itu tidak baik. Untuk itu, ego orang tua inilah yang perlu kita bimbing," jelasnya. Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, yang hadir mewakili Bupati Lamongan, mengungkapkan bahwa 24,9% anak mengalami fatherless (1 dari 4 anak merasa tidak memiliki sosok bapak). Pemerintah mendorong para ayah untuk menyisihkan waktu minimal 1 jam sehari demi quality time bersama anak guna membangun mental tanpa gawai. Beliau juga menjelaskan potensi Generasi Emas Lamongan yang luar biasa hebat. Di masa golden age perkembangan otak anak yang sangat pesat, beliau meyakini bahwa IQ anak-anak Lamongan memiliki potensi besar, namun tetap memerlukan penguatan mental dan sentuhan sosial sebagai fondasi masa depan. "Kehadiran sosial dan sentuhan langsung kepada anak-anak kita akan sangat memengaruhi mental anak-anak kita. Kita sebagai orang tua harus menjadi contoh nyata bagi anak-anak dalam keseharian mereka. Prinsipnya, anak-anak kita boleh akrab dengan teknologi, tetapi kita tidak boleh membiarkan mereka tanpa pendampingan," pungkas Mas Wabup.(nry)




