Kegiatan pendampingan kelengkapan administrasi Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Lamongan Tahun 2026 di Desa Babatagung, Kecamatan Deket, dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk memastikan kesiapan dan kelancaran proses pendaftaran lomba. Pendampingan ini menjadi langkah penting dalam mendukung desa agar mampu memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan desa secara menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, pengelola perpustakaan, hingga tim pendamping yang memiliki kompetensi di bidang administrasi dan pengelolaan perpustakaan. Pendampingan dilakukan secara intensif dengan memberikan arahan, bimbingan, serta evaluasi terhadap dokumen-dokumen yang diperlukan, seperti profil perpustakaan, struktur organisasi, data koleksi buku, program kerja, laporan kegiatan, hingga bukti dokumentasi pendukung lainnya.
Selain memastikan kelengkapan berkas, pendampingan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengelola perpustakaan terkait pentingnya administrasi yang tertib, sistematis, dan sesuai dengan standar penilaian lomba. Dengan adanya bimbingan langsung, pengelola dapat lebih teliti dalam menyusun dokumen, memperbaiki kekurangan, serta menyesuaikan format yang dibutuhkan agar lebih rapi dan profesional.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kolaborasi. Tim pendamping tidak hanya berperan sebagai pengarah, tetapi juga sebagai mitra diskusi yang membantu mencari solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan. Berbagai masukan konstruktif diberikan untuk menyempurnakan administrasi, termasuk dalam hal penyusunan program inovatif perpustakaan yang dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian lomba.
Melalui pendampingan ini, diharapkan Desa Babatagung dapat tampil maksimal dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat kabupaten. Lebih dari sekadar mengikuti lomba, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat. Dengan administrasi yang tertata baik, diharapkan perpustakaan desa mampu berkembang menjadi ruang belajar yang nyaman, informatif, dan bermanfaat bagi seluruh warga.
Pada akhirnya, kegiatan pendampingan ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya literasi di tingkat desa. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Babatagung optimis dapat berpartisipasi dengan baik serta memberikan hasil yang membanggakan dalam kompetisi tersebut.



