PROFIL DESA PANDANPANCUR
1. Gambaran Umum
Desa Pandanpancur merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur dengan kode pos 62291. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 3,12 km² dan terletak di bagian timur Kabupaten Lamongan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gresik.
Letaknya yang berada di jalur poros Lamongan–Gresik menjadikan Desa Pandanpancur memiliki aksesibilitas yang cukup baik dan strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat maupun perekonomian desa.
Desa Pandanpancur terdiri dari lima dusun, yaitu:
- Dusun Brak Pancur
- Dusun Nginjen
- Dusun Pondok
- Dusun Sudimoro
- Dusun Pancur Kidul
2. Kondisi Demografis
Berdasarkan data kependudukan, Desa Pandanpancur memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.685 jiwa, yang terdiri dari:
Laki-laki : 1.335 jiwa
Perempuan : 1.350 jiwa
Jumlah Kepala Keluarga (KK) : 722 KK
Jumlah penduduk tersebut menjadi potensi sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.
3. Kondisi Geografis
Secara geografis, Desa Pandanpancur berada di wilayah perbatasan timur Kabupaten Lamongan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Gresik. Desa ini juga berdekatan dengan jalur utama Lamongan–Gresik yang sering menjadi jalur lalu lintas padat.
Beberapa dusun di Desa Pandanpancur berada di wilayah sebelah selatan rel kereta api, seperti Dusun Pondok, Dusun Sudimoro, dan Dusun Pancur Kidul. Sementara Dusun Brak Pancur berada di wilayah perbatasan Lamongan–Gresik dan Dusun Nginjen menjadi pusat pemerintahan desa.
4. Sejarah dan Kehidupan Sosial Keagamaan
Masyarakat Desa Pandanpancur mayoritas beragama Islam dan kehidupan sosial keagamaannya berkembang dengan baik. Di setiap dusun terdapat masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat.
Perkembangan dakwah Islam di Desa Pandanpancur tidak lepas dari peran para tokoh agama terdahulu, salah satunya Kyai Dahlan yang dikenal sebagai tokoh penyebar dakwah Islam di wilayah tersebut. Kehadiran para tokoh agama memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat hingga saat ini.
Budaya gotong royong dan kebersamaan masyarakat masih terjaga dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
5. Potensi dan Perekonomian Desa
Sebagian besar masyarakat Desa Pandanpancur bermata pencaharian sebagai petani tambak. Potensi perikanan budidaya menjadi salah satu sektor utama penopang perekonomian desa.
Berbagai hasil budidaya tambak yang dikembangkan masyarakat antara lain:
- Ikan bandeng
- Ikan lele
- Ikan mujaer
- Udang vaname
- Hasil tambak lainnya
Selain sektor tambak, masyarakat juga menjalankan usaha perdagangan, pertanian, dan usaha kecil lainnya yang mendukung perekonomian desa.
6. Sarana Pendidikan dan Keagamaan
Desa Pandanpancur memiliki sarana pendidikan dan keagamaan yang cukup memadai, antara lain:
- Sekolah Dasar (SD)
- Madrasah
- SMP Negeri 2 Deket
- Masjid di setiap dusun
Keberadaan fasilitas tersebut berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pembinaan karakter masyarakat.
7. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
Pemerintah Desa Pandanpancur terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif.
Pembangunan desa dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, baik dalam bidang infrastruktur, sosial, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat.
8. Penutup
Dengan letak wilayah yang strategis, potensi tambak yang besar, serta kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis, Desa Pandanpancur memiliki peluang besar untuk terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat diharapkan mampu mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan di masa mendatang.




